Langsung ke konten utama

Postingan

Tulisan Untuk Deby

Kadang-kadang, manusia lupa akan hakikat kepemilikan. Saat merasa terikat dengan seseorang, kita mengartikan bahwa dia adalah utuh milik kita. Seperti Ibu kepada anaknya, anak kepada ibunya, istri kepada suaminya, ayah kepada anaknya dan banyak hubungan lain, yang membuat kita lupa bahwa kita di dunia ini hanya dititipi sementara, bukan menjadi pemilik utuhnya. Titipan-titipan itu kelak akan dimintai pertanggungjawaban. Sebab itulah, dalam suatu hubungan yang mengikat satu manusia satu dan yang lain, perasaan memanglah penting, tapi bukan yang utama. Lalu apa yang lebih utama dari perasaan pribadi kita ini? Adalah tanggung jawab kita kepada yang Maha segala. 💔

Mula Sebuah Kisah

15 Juni 2016, Aku menatap layar ponselku, satu komentar baru tersemat di sebuah postingan lamaku yang berjudul Puisi Tak Bertuan.  "Happy birthday. Mungkin hari ini membuatmu bahagia, mungkin juga tidak. Semoga kebahagiaan selalu menyertaimu dan semoga sisa umurmu lebih bermanfaat dan barokah"  Aku terdiam sejenak, dia menjejak lagi di laman komentar blog pribadiku masih dengan identitas yang disembunyikan, anonim. Seperti tak mengenal lelah akan abainya sikapku, ia mencoba berbagai cara hanya agar pesannya berbalas. Baiklah. Namun  harus kuakui dialah satu-satunya orang yang mendoakanku tepat di hari itu, selain kedua orang tuaku. Maka demi menghargai niat baiknya, kuucap terimakasih dan kubalas ia dengan doa yang sama. Semoga kebahagiaan selalu menyertai sepanjang hidupmu .  15 Juni 2018,  Hari itu bertepatan dengan 1 Syawal penanggalan kalender hijiriah di tahun 1439. Beberapa hari terakhir aku berteman dengan kesakitan bernama pening, sepag...

Books of 2018

Iqra! Adalah wahyu pertama yang di sampaikan Allah kepada Rasulullaah melalui malaikat Jibril. Di antara banyak kata perintah dalam Al-Qur'an, Allah memilih perintah membaca yang turun sebagai wahyu pertama. Mengapa demikian? Hal ini mengindikasikan bahwa membaca adalah sumber pokok ilmu, sedang agama Islam adalah ilmu. Dan salah satu metode yang Allah ajarkan untuk memperoleh ilmu dalam deen adalah dengan membaca. Nah, di postingan kali ini saya ingin berbagi  sedikit bahan bacaan. Karena saat ini bertepatan dengan momen bulan Ramadhan, barangkali postingan ini bermanfaat dan menginspirasi teman-teman yang ingin menutrisi otak dengan bacaan-bacaan bernuansa Islam. Berikut ini adalah buku-buku that I read in these past few months , yang menurut saya menarik untuk dibaca dan wajib kamu baca juga! Terutama buat perempuan hehe. 1. Srikandi Indonesia yang Mendunia Keteladanan sosok Ibu dari 13 anak ini, membuat saya pribadi menjadi termotivasi untuk terus bergerak menebar k...

Mencintai Kehilangan

Yang fana adalah waktu, kata Sapardi Djoko Damono. Di antara kepingan bahagia yang semakin utuh, aku merenungi kembali kata-kata Mas Gun kala itu, kita mencintai yang sewaktu-waktu pergi, kita belajar bahwa sesungguhnya kita tidak memiliki apa-apa. Bahkan diri kita sendiripun bukan milik kita.  "Kalau mama nanti meninggal, diginiin ya mbak. Terus jagain adik-adik. Terus..." Sering Ibuku berkata seperti itu, beliau bilang syarat mati tidak harus sakit dan tidak harus tua. Setiap kali Ibuku berkata seperti itu, sesungguhnya aku marah, aku tidak siap dan tidak akan pernah siap kehilangan. Bisa apa aku tanpa Ibu. Aku tanpa Ibuku, seperti seseorang yang kehilangan salah satu kakinya, jangankan untuk berlari, berdiripun tak akan seimbang.  "Kalau mbak yang pergi duluan, gimana Mah?"  Kataku balik bertanya, Ibuku hanya tertawa. Pernah suatu kali Ibuku berkata siap kehilangan semua hartanya, di lain waktu dia berkata kalau bisa saja gila karena kehilangan a...

Selintas Pikir

Kini kumengerti ternyata tugas seorang guru lebih rumit dari yang aku kira. Selama ini, kuanggap guru adalah mahluk pintar yang kerjanya mencerdaskan anak-anak di bidang akademis. Lebih dari itu, tugas seorang guru adalah mendidik karakter anak-anak yang berasal dari berbagai latar belakang keluarga yang berbeda, untuk disamaratakan akhlaknya, menjadi akhlak yang mulia. Pendidikan adalah apa yang memanusiakan manusia, seperti yang dikatakan Pak Joni di atas podium wisuda ke 115 ITS, ternyata erat kaitannya dengan tugas yang melekat di pundak tenaga pendidik. Menjadi guru, membuatku mengerti betapa pentingnya mendidik diri sendiri sebelum mendidik orang lain. Rumah | Mei 2018 

Nona yang Mulia

Kita merasa mulia dengan sehelai kain penutup kepala Memandang yang tak bertudung sebagai pendosa Mata kita tanggap menangkap salah di diri orang lain Namun mendadak buta atas dosa di pelupuk mata Tidakkah kita menginsafi diri? Ibadah rajin kita kerjakan Shalat tak pernah tinggal kita tegakkan Dzikir pagi petang tak lepas kita lafadzkan Namun dosa, tak pula kita tinggalkan Tidakkah kita lelah? Hari ke hari menambah timbangan ke kiri Menipu diri Berkemul dengan dosa di balik kerudung panjang yang terulur menutup dada Tuhan kita tidak tidur, Nona Pun malaikat di kiri dan kanan kita selalu terjaga Ke mana air mata sesal akan kita bawa, jika esok pagi tak lagi kita bernyawa © Debs | Rumah | Waktu Indonesia bagian Baper
“Coba ingat-ingat lagi sebenarnya apa yang kita perjuangkan, apakah kamu hanya  memperjuangkan seseorang untuk menjadi pendampingmu, atau memperjuangkan ibadahmu. Jika memang untuk ibadahmu, sebenarnya, dengan siapapun kamu bisa melakukannya, tidak harus denganku. Semoga kita bisa ikhlas menerimanya.”  Tulisan Kurniawan Gunadi

A Whole New World

2018 menjadi pintu, di mana aku akan memasuki dunia baru, dunia yang belum pernah aku jejaki di tahun-tahun sebelumnya.  Bukan bentuk dari resolusi pergantian tahun, tapi semua seperti mengalir begitu saja. Ini rasanya seperti ketika aku memasrahkan apa jadinya hidupku kepada Allah, dan Allah membuka pintu-pintu yang selama ini tidak pernah aku ketuk, bahkan aku toleh pun juga tidak.  8 Januari 2018, menjadi hari pertama kalinya aku datang lagi ke sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, bukan sebagai murid aku datang kali ini, melainkan sebagai guru.  Hehe lucu kalau dipikir-pikir, sekitar tujuh tahun lalu aku menangis ketika Ayahku menyarankan aku untuk kuliah di jurusan keguruan saja, setelah aku rasa tak punya lagi kesempatan menjadi mahasiswi fakultas kedokteran di tahun 2011. Aku benar-benar tidak mau menjadi guru, menurutku dulu profesi guru itu tidak keren dan membosankan, menghadapi anak-anak murid yang nakal.  Tahun demi tahun ber...

Analogi

Kata Kang Abik lewat tokoh Subki di Api Tauhid "bumbu makanan paling nikmat itu adalah rasa lapar. Saat lapar, makanan apa pun akan terasa nikmat" . Aku setuju dengan pernyataan tersebut, ambillah contoh orang yang berpuasa. Seharian menahan nafsu, menahan lapar dan haus, waktu berbuka adalah waktu yang paling dinanti. Ketika seteguk air begitu berarti untuk membasahi kerongkongan yang mengering dan sebutir kurma menjadi pengganjal perut yang melilit. Kenikmatan berbuka meski dengan seteguk air mungkin tak dirasa oleh mereka yang tak puasa. Mereka yang tak puasa mungkin menanti bedug magrib tanpa rasa harap-harap sabar. Mungkin.  Nah, dalam Islam, puasa itu merupakan suatu perisai yang membatasi kaum muslimin dari perbuatan yang berlebihan. Bahkan, untuk menjaga iman para pemuda lajang yang belum mampu menikah, puasa menjadi jalan tengahnya.  “Wahai sekalian para pemuda, barang siapa di antara kalian telah mampu untuk menikah maka hendaknya ia menikah, karena menikah...

Tulisan Untuk Sebuah Kedatangan #2

Aku pernah memikirkan, hal apa dalam diriku yang kira-kira sulit untuk diterima oleh pasanganku nanti. Apakah ketidaksempurnaanku, ataukah kekuranganku.  Tapi, jauh sebelum pertanyaan itu aku berikan untuk orang yang nanti akan datang, aku meminta diriku sendiri terlebih dulu untuk menjawabnya. Hal apa yang sulit aku terima dari diriku sendiri? Ternyata jawabannya adalah masa lalu. Lalu, bagaimana aku bisa meminta orang lain untuk menerima hal yang bahkan aku sendiripun belum bisa menerimanya?  Kalau tak dimaafkan sejak sekarang, tak diterima sedari kini, kapankah kita akan belajar untuk memetik hikmah dari masa lalu? - Tanyaku pada diri sendiri.  Kelak, pekerjaan kita akan semakin berat. Pikiran kita akan semakin terbeban, kalau perihal diri sendiri saja kita belum selesai, bagaimana kita bisa mulai menata kehidupan baru dengan orang lain? Maka dari itu, aku pelan-pelan memaafkan diriku sendiri. Tidak mudah memang, tapi terus-terusan membenci diri send...

Tentang PLN, yang Terakhir

1 November 2017  Subuh kala itu masih sama dinginnya dengan subuh-subuh sebelum tanggal 1. Ketika berat kelopak mataku melawan kantuk, kulihat satu pesan masuk dari salah seorang teman, dia bilang PLN sudah pengumuman.  Masih jelas terasa tiap perasaan yang menggiring jari-jariku menuju laman rekrutmen PLN, tanpa gugup apalagi debar-debar penuh harap. Sebab sejak lama sudah harapanku tak lagi menyala. Halah wkwkwk  Jadi intinya, pas mau buka akun di rekrutmen PLN, itu biasa aja. Pas udah kebuka akun ku, ternyata aku ga lulus. Terus ga ada rasa kecewa yang berlebihan, ga ada rasa sedih, sesedih waktu aku ga lulus FK Unsri. Iya, gaada perasaan begitu. Cuma yang 'oh ga lulus, yaudah' .  Setelah kukabarkan kepada Ibu, tentang tertolaknya pinangan dan ikhtiarku pada si 'petir' barulah aku merasa kecewa, sebab rasanya aku kalah, tidak mampu memenangkan 'kompetisi' ini untuk orang-orang terdekatku, terutama Ibu.  Usai sholat Subuh, aku terduduk lam...

Imannya Perempuan Surga

Saat seorang muslim miskin, itu hanya berarti ia tidak memiliki harta. Saat Allah takdirkan seorang muslim tak memiliki kaki, itu hanya bermakna ia tak memiliki kaki. Namun ketika seorang muslim kehilangan iman, itu berarti ia tak punya apa-apa - jurnal Ameera Lalu, apa sebenarnya iman itu?  Dari Abu Hurairah, beliau berkata “ Pada suatu hari, ketika Nabi Shollallahu ‘alayhi wasallam tengah berkumpul bersama para sahabat, tiba-tiba datang seorang lelaki bertanya, ‘Apa itu iman?’ Nabi menjawab, ‘Iman adalah percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, perjumpaan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir kebangkitan.’ ...... ” (HR Bukhari, kitab: “Iman” (2), Bab: Pertanyaan malaikat Jibril kepada Nabi Shollallahu ‘alayhi wasallam tentang iman dan islam (37)) Dari penggalan hadits di atas, iman dapat kita artikan percaya, selaras dengan pengertian iman dalam KBBI yaitu percaya; yakin; teguh hati; keyakinan yang berkaitan dengan agama.  Iman, adalah satu kata ya...

Pilihan Kita

Sadar tidak? Semakin dewasa, kita semakin sulit menentukan pilihan. Pilihan-pilihan yang kita buat kadang jatuh pada hal yang sebenarnya tidak benar-benar kita pilih dari hati.  Pilihan-pilihan kita itu, seringkali merupakan bentuk konsekuensi kita sebagai makhluk sosial. Terlalu banyak 'katanya-katanya' yang menjadi faktor kita dalam memilih.  Sehingga seringkali pula, kita memilih tapi tidak siap dengan lahirnya resiko atas pilihan kita. Yang begini, akan mendatangkan banyak andai-andai 'kalau saja dulu begini, dulu begitu' .  Sadar tidak? Karena ketidaksiapan kita terhadap resiko, malah mengundang satu dosa baru yaitu 'andai-andai' .  Sadar tidak? Kenapa kita sering terjebak pada pilihan yang 'seolah' salah? Karena dari awal, kita tidak melibatkan Allah dalam memilih, kita menimbang sesuatu lebih banyak menggunakan logika dan perasaan. Padahal, keduanya bisa saja salah, bahkan sangat salah.  Lupa kah kita pada teladan yang diajarkan...

Sunnah Sedirham Surga

Betapa sering kita bersemangat akan hal-hal besar dalam cita memperjuangkan agama, lalu lalai bahwa Rasulullah adalah teladan dalam tiap detak dan semua laku, pun yang sekecil-kecilnya.  Pada zaman di mana banyak amal besar dikecilkan oleh niat yang tak menyurga; betapa  penting bagi kita mentarbiyah niat dalam amal-amal kecil yang luput dilirik manusia, tapi berpeluang menjadi nilai tinggi bersebab niatnya (SDS, hal. 70) kepiawaian Salim A. Fillah memadukan dalil dengan kisah, menjadikan kekisah di dalam buku ini sungguh menyejukkan hati.  Lewat buku ini, beliau mengajak kita untuk berbenah niat. Karena Tersebab niat yang menyurga, amalan yang tampaknya kecil menjadi ladang pahala yang besar. Seperti dikisahkan dalam buku ini, Abu Dawud tengah berada di atas perahu penyebrangan, tiba-tiba beliau mendengar orang bersin di tepian dan membaca Hamdalaah, lantas beliau rela membalikkan arah perahu yang ditumpanginya dengan membayar satu dirham kepada tukang perahu,...

Tulisan Untuk Sebuah Kedatangan #1

Kalau nanti, seseorang datang dengan maksud terbaik, untuk mengajakmu berumah tangga *uhukk* , jangan pernah tanyakan tentang masa lalunya. Dia mungkin saja pernah memperjuangkan orang lain sebelummu, pernah terluka oleh kisah lalu sebelum menemuimu, pernah patah berkali-kali oleh kesempatan yang ia upayakan namun tak juga ia dapatkan. Kamu jangan takut, jangan merasa bahwa kamu adalah pelarian dari mimpi-mimpinya yang tak sampai. Sebab, kesakitan dan patah hatinya di masa lalu adalah bukti bahwa ia seorang yang tangguh, mampu bangkit dari kubangan luka. Hargai. Sebab, perjuangannya untuk orang lain sebelummu tak akan ada apa-apanya dibandingkan perjuangannya untukmu di masa depan kalian nanti. Tugasmu adalah menyambut kehadirannya dengan tangan terbuka, peluk mimpi-mimpinya yang sempat patah. Karena bersamamu, mimpi itu mungkin akan menjadi lebih bersinar. Sebersinar jidat sayaaah kalo kena sinar lampu 😊🌞 Eh tulisan ini buat daku sendiri lah cocoknya ya, yang kalo ada Ma...

perempuan yang punya banyak mimpi

Oleh : Prawitamutia kamu tau nggak, perempuan yang punya banyak mimpi itu cantik dan hebat banget kalau dilihat dan dikenal. mereka menarik karena tampak cerdas, karena sekiranya bisa melahirkan dan mendidik anak-anak yang cerdas pula. kamu tau nggak, perempuan seperti itu, super merepotkan kalau dijadikan pasangan hidup. kalau kamu jatuh cinta sama perempuan yang punya banyak kemauan, kamu harus bersiap-siap. kamu harus siap menjadi tempatnya bertanya, berbagi cerita, bahkan berkeluh kesah tentang perjalanan mencapai mimpinya. sebab, sungguh tidak ada perjalanan mencapai mimpi yang mudah–meski selama ini kamu melihatnya demikian, bahwa dia penuh dengan kemudahan. kamu harus siap dan sigap untuk menjadi yang pertama dalam membela mimpinya. menjadi yang percaya saat orang lain tidak. menjadi yang pertama menikmati karya-karyanya. menjadi penggemar yang paling utama dan setia. kamu harus siap ikut menghidupkan mimpi-mimpinya sebagaimana mimpi-mimpimu sendiri. sungguh, bagi ...

Pejuang Terang : Tentang PLN (Part III)

Melanjutkan cerita dari  Part I  &  Part II , kali ini aku akan cerita tentang serunya tes wawancara. Kenapa seru? Karena dari awal nungguin hasil tes kesehatan aja udah deg-deg an. Pengumumannya lamaaaa banget. Aku sampe lupa kalo pernah ikut tes, saking lamanya -_- Setelah menunggu kira-kira tiga minggu lebih, keluarlah hasil tes kesehatan. Namaku masih Allah ijinkan berada di antara peserta yang lolos ke tahap selanjutnya; wawancara. Karena terlalu bahagia, aku sampe sujud syukur di kamar. Wkwkw lebay ya? Aku cuma seneng aja, oh berarti aku sehat dong, kata sebagian orang, tes kesehatan PLN itu terkenal 'angker' . Jadi kalau aku lolos, bisa dipastikan aku sehat dong? 😂  Ngga gitu ya? Ya tapi ga apa-apa laah, aku anggap aja gitu. 😝 Jarak dari pengumuman sampai ke waktu tes wawancara itu kurang lebih 25 hari. Lama banget kan. Ku disuruh nunggu lagi dengan sabar. Dalam waktu 25 hari itu, perasaanku campur aduk, deg-deg an itu pasti, ragu juga ada, se...

Pejuang Terang : Tentang PLN (Part II)

Di tulisan kali ini, aku akan melanjutkan cerita  Tentang PLN (Part I)  , nah kalau di tulisan sebelumnya aku sudah bahas tentang tes GAT, AKDING, dan Psikotes, di tulisan kali ini aku akan cerita tentang tes kesehatan.  Oh ya, readers .. Tes PLN ini terdiri dari 6 tahapan, selain tiga tahap yang sudah aku ceritakan di tulisan sebelumnya, ada tiga tes lagi, yaitu tes fisik, tes lab & penunjang, terakhir ada tes wawancara.  Tapi, di beberapa kota, tim rekrutmen menggabungkan tes fisik dan tes lab & penunjang ini menjadi satu, yang disebut tes kesehatan. Kebetulan, Palembang termasuk kota yang beruntung, karena dua tes yang harusnya dilakukan terpisah itu, dijadikan satu.  Tes kesehatan PLN bisa dilakukan di manapun, bisa di laboratorium klinik, rumah sakit, bahkan lobi hotel (wkwkw ini ter-ngakak). Beneran lho, temen-temen yang ikut daftar PLN lewat Titian Karir ITB, tes kesehatannya dilakukan di lobi hotel 😂  Sebagai orang baru dal...

Pejuang Terang; Tentang PLN (Part I)

Tulisan di bawah, adalah pengalaman pertamaku ikut tes kerja sejak lulus dari D3 maupun S1. Jadi kalau agak norak, maapin yhaaa :' Jadi gini, Sepanjang usiaku yang menginjak 23 tahun ini, belum pernah terpikirkan olehku untuk kerja di PLN. Kalau sekarang aku bercerita tentang pengalamanku selama tes di PLN, mungkin ini bagian dari skenario yang Allah tulis, untuk kujalani, kemudian kubagikan lewat tulisan di laman ini :D Baiklah, for the sake of sharing , dan demi janji pada diri sendiri 'kalau aku bisa lolos seleksi sampai tahap wawancara, aku akan bagikan pengalamanku selama tes, di blog-ku nanti' . Okay, here we are ! Eh by the way , ceritanya bakalan panjang. Nanti aku bagi jadi beberapa part yaw. Nah di part I ini, ku mau cerita tentang drama mendaftar PLN sampai psikotes. Jadi waktu itu kebetulan aku lagi stay di Jogja karena lagi ikut Petroleum Industry Training yang diadakan oleh KM Tekim UGM. Aku berencana mendaftar jika pelatihan sudah selesai. Tep...

Syukur

-Kalaulah ada kata di atas 'syukur' , aku pakai kata itu, untuk kehadiran kalian dalam hidupku- Rumah, Juni 2017