Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Love

Syukur

-Kalaulah ada kata di atas 'syukur' , aku pakai kata itu, untuk kehadiran kalian dalam hidupku- Rumah, Juni 2017

To Those Who Always Ask...

Hmmm. This is 2017. Welcome people who were born in the early 90!  Kalau kamu laki-laki/perempuam kelahiran tahun 90-94, selamat datang di tahun 2017. Tahun di mana kamu sudah berkepala 2++ (maksudnya 26, 25, 24, 23) gitu. Tahun di mana teman-teman seusiamu sudah menggenapkan separuh agamanya (re : menikah). Tahun di mana kamu bisa koleksi undangan. Tahun di mana kamu akan mendapat banyak pertanyaan 'kapan nikah?' atau 'kapan nyusul?' ( well, if you don't. You're the lucky one ) Sebenarnya fenomena nikah muda bukan dimulai sejak tahun ini. Sejak tahun lalu, bahkan tahun lalu lalu juga sudah ada. Sudah banyak sekali teman-teman saya yang beruntung, dipertemukan dengan jodohnya di usia muda.  Baiklah, mari saya luruskan. Tulisan ini bukan berisi penggalauan pribadi saya karena saya belum menikah. Karena meskipun saya single (status di KTP saya masih tetap 'belum kawin') saya ga galau-galau amat. (nih ga sepenuhnya bener. Hhaa)  Mungkin lew...

Kerajaan

تَبَارَÙƒَ الَّذِÙŠ بِÙŠَدِÙ‡ِ الْÙ…ُÙ„ْÙƒُ   

Ja(t)uh

Romantisnya ala-ala apa ini, mungkin sebagian usahanya untuk menjaga anak perempuannya dari tangan-tangan jahat laki-laki lain. Pernah ada obrolan semacam ini sama Papa. "Pah, kalo papa cuekin terus, mbak gek cari perhatian cowo lain lho" "Hmmm" "Jadi?" "Jangan pacar-pacaran tuh" "Makonyo jan cueklah. mentang sibuk" "Hmm" Taulah ya siapa yang mana~ Di saat di luar sana, dunia kejam. Siapapun bisa melukaimu dengan semaunya, sekalipun orang yang katanya menyayangimu... Maka jatuh cintalah ketika kamu merasa aman menjatuhkan hatimu ke orang yang tepat. . . . . Dan setelah Rasulullah, maka cinta Ayahlah yang paling aman di dunia ini. -Dby yang lagi bete tapi kangen Papa. Hhha-

Masakan Mama

"Mbak sudah makan? mama baru sudah bikinin mie tumis buat Dimas" Huff, Mama sering kali buatku rindu tiba-tiba. Malam-malam cerita mie tumis. Kan jadi mau :(((. Mie tumis buatan mama itu, mie indomie biasa, tapi pakai bawang goreng, kol atau biasanya caisin (atau apalah nama sayurnya itu, gatau juga aku), tomat dan rawit, lalu ditumis. Sederhana memang, tapi kalau mama yang bikin, rasanya jadi beda. Jadi lebih enak. Nah tadi pagi aku udah gak bisa menahan hasrat. (wk hasrat banget?) akhirnya aku bikin mie tumis ala ala. Selesai masak, foto dulu kirim ke mama. Belum sempet dicicipin langsung dikomen mama "wih mantap tuh mie tumis" . Pas aku rasain, gak seenak buatan mama. Hahah rupa-rupanya aku belum pandai masak. Tapi gpp, i like my self =D Salah satu hal baik dari menjadi seorang anak rantau adalah; bisa belajar masak. Karena kalau di rumah malas masak, selalu mikir 'kan ada yang masakin' .

Berlawanan Arah

Suatu ketika saat kamu sedang memiliki perasaan kepada seseorang, tiba-tiba muncul orang lain yang memiliki niat terbaik dalam hidupnya untukmu. Apakah kamu berani melawan arah perasaanmu? Suatu ketika, impianmu runtuh satu persatu bukan karena kamu tidak berjuang mewujudkan. Tapi orang tuamu tidak setuju dengan segala hal yang kamu utarakan, mereka berharap besar terhadapmu. Apakah kamu berani melawan arah impianmu? Di tengah jalan, kita akan dihadapkan pada hal-hal yang semenggelisahkan itu. Karena rumusnya adalah, perasaan tidak selalu sama dengan kenyataan. Dan Tuhan itu menghadirkan kenyataan-kenyataan untuk membuat kita mengerti bahwa menjalani hidup itu tidak sama dengan angan-angan. Kita belajar berkali-kali tentang yang terbaik itu selalu Allah yang Maha Mengetahui. Hanya saja, ilmu kita tentang itu tidak pernah sampai dalam setiap langkah kita. Kita semacam merasa paling tahu yang terbaik untuk diri kita sendiri padahal sebenarnya kita tidak tahu apa-apa.  Kekec...

Cita-Cita Ayah

Setiap orang tua selalu menginginkan yang terbaik untuk anaknya. Bahkan katanya, bentuk cinta seorang ayah pada anaknya ditunjukkan jauh sebelum anak tersebut lahir; dengan memilihkan calon ibu yang baik misalnya.  Sebagai seorang anak, aku merasakan cinta ayah kepadaku begitu besar. Meskipun ayahku bukan superhero . Aku pernah menuliskan ini di salah satu catatan Facebookku (yang sudah hilang sejak setahun yang lalu), aku lupa judulnya apa. Inti dari tulisan itu 'Ayahku bukan lelaki tanpa celah, dia bukan malaikat yang tak pernah berbuat salah, tapi aku mencintainya' . Kami kadang berdebat, layaknya seorang musuh, aku pernah membencinya habis-habisan. Kami kadang berdiskusi, layaknya seorang teman, saling memberi semangat. Kami sering berbeda pendapat, aku maunya ini, ayah maunya itu. Aku benci ayah, kadang-kadang.  Eh, aku membenci ayah di banyak keadaan, sebenarnya. Salah satunya ketika aku harus menjalani tiga tahun hidupku di dunia perkuliahan yang tak pernah aku...

Menjadi Ujian

Setiap hati adalah rumah setiap rumah pasti memiliki pintu setiap pintu hanya ada satu kunci yang pas untuk membukanya Tuan, kamu boleh bertandang ke teras rumah siapapun tapi hanya sebatas teras inti hati, biarlah tetap si empunya yang menjaga Ketika kamu mulai tertarik pada seseorang, semua hal tentangnya menjadi terasa menarik. Telingamu mulai peka ketika orang-orang di sekitarmu menyebut namanya, dan kamu kesal ketika orang-orang di sekitarmu menjodoh-jodohkannya dengan orang lain. Ketika kamu tertarik pada seseorang, semesta seolah berkonspirasi, logikamu mungkin sedikit tumpul. kesamaan-kesamaan kecil antara kamu dan dia kamu asumsikan bahwa itu adalah pertanda jodoh. Sedang perbedaan-perbedaan yang ada kamu sebut "perbedaan itu ada agar kita saling melengkapi" Ketika kamu tertarik pada seseorang gravitasi bumi seolah berpindah pada orang tersebut. Kamu, seperti tidak punya pilihan lain kecuali jatuh.  Semua hal tentangnya, seperti wajib kamu ket...

Penawar Letihmu

Ini tentang malam yang kembali terasa panjang. Tentang rindu yang masih menanti sebuah jumpa. Untukmu, lelaki terhebatku. Ribuan detik yang kita lalui di dimensi ruang berbeda, hari ini... begitu banyak rangkaian kejadian yang mendewasakan kita. Semoga, lelahmu, peluhmu, menjadi titianmu menuju surga. Sampai bertemu di penghujung malam,tangan kita mungkin tak saling menggenggam tapi doa-doa kita siap mengetuk langit malam, menjumpai Rabb kita, antri menunggu untuk dikabulkan. Percayalah, namamu tak pernah lepas di penghujung sujudku. Dari : putrimu yang paling cantik~

Ketika Harus Memilih

Tak ada cinta yang tak diuji. Bicara tentang cinta, aku atau kamu pasti punya definisi masing-masing. Tapi kita mungkin sepakat bahwa cinta akan meminta semuanya dari diri kita. Waktu, pikiran, perhatian dan semuanya. kita mungkin mengalami keletihan dalam perjalanan kita mencintai sesuatu atau mencintai seseorang?    Ditengah keletihan, kepayahan dan kesusahan kita mencintai sesuatu atau seseorang, muncul hal lain atau bahkan orang lain yang rasanya lebih mudah untuk kita cintai.  coba bayangkan bila kita benar-benar berada di posisi itu, mana yang akan kita pilih? bertahan dengan segala keletihan atau memilih jalan cinta yang lebih mudah? Mas Gun pernah bilang, bahwa ujian terberat adalah ujian kesempatan .  ketika kita diberi kesempatan untuk mencintai sesuatu yang jauh lebih mudah, mungkin itu bagian dari ujian, untuk melihat seberapa kuat cinta yang kita punya.  Saat kita mulai berpikir untuk memilih mengambil kesempatan baru yang rasanya terli...

Untuk Ayah~

Dalam malam ada doa yang yang dilangitkan selagi sunyi Oleh hati yang mengiba sebuah jumpa Di puncak malam ini aku mengekalkan sepi Bersama rintik yang tanpa malu mencumbu bumi Jarak kita bukan lagi sebatas bilangan senti Kini rindu mulai menjalar ditiap inchi hati Dua minggu kita tak bertemu Dalam diam aku menumpuk rindu Ayah, namamu selalu ada di barisan doaku Selesaikan dinasmu Ada banyak beban dipundakku, ingin kutumpahkan tangis dipelukmu~ Ditulis dengan perut lapar, ketika gerimis makin menderas. Halah, Deb~

Menunggu Waktu

Aku menunggu.. Menunggu waktu memberi tahu ke mana pergimu setelah singgah.. Menunggu bumi berbisik menunjukkan tempat yang kau pilih tuk berpindah.. Menunggu matahari membocorkan rahasia siapa yang kau pilih tuk habiskan senja.. Aku menunggu.. Menunggu rintik yang pelan-pelan hapuskan kenangan.. Menunggu hujan yang kan bawa pergi jauh harapan.. Menunggu rasaku menjelma embun, tabah menanti pagi, menyambut hangat mentari, untuk kemudian teruapkan.. Aku menunggu.. Menunggu hari ketika aku benar-benar harus ucapkan salam perpisahan.. Di tempat yang mungkin tak terjamah pikirmu, aku menunggu.. di barisan kursi penonton yang sepi, dalam diam aku menunggu.. karena mereka memilih jadi bagian ceritamu, aku memilih tempat terbaik tuk menyaksikan kisahmu.. Tapi, Tuan.. penonton bukan berarti tak punya peran, bukan?

Rumah adalah

Mendengar kata 'pindah' yang pertama kali terbayang adalah 'adaptasi'  Adaptasi dengan lingkungan baru, suasana baru, bahkan mungkin kebiasaan baru. Jauh-jauh hari sebelum pulang, aku memikirkan hal itu. Meskipun menurut Ibu, aku ini orang yang senang berpindah, tapi jujur aku tidak suka dengan kata itu. Aku malas menjadi 'orang asing' di tempat baru. Terlebih itu rumah orangtuaku sendiri.  Tapi ajaib, berbeda dari pengalaman yang sudah-sudah. ternyata memang berpindah-pindah tempat kos jauh lebih menyebalkan dibanding pindah rumah.  Bahkan hei, tahukah? Sejak detik pertama aku menginjakkan kaki di tempat baru ini, aku tidak merasa menjadi 'orang asing'  Kakiku seperti sudah paham ke mana harus melangkah, seperti sudah hafal seluk beluk rumah ini.  Kini aku sadar, perkara rumah tak bisa disamakan dengan apa pun.  Karena rumah adalah tempat di mana aku menemukan kenyamanan, ketenangan, dan kehidupan yang tidak ku dapat di luar sana.  ...

Ketika Ibu Bicara Cinta

Ketika ibu bicara cinta, ia tak akan mengungkap rasa dalam kata indah bagai penyair, karena ibu hanya mampu terbata menyelipkan doa di antara isak tangis kepada yang Maha Esa, untuk buah hatinya.. Ketika ibu bicara cinta, ia tak akan membungkus cinta dalam sekotak cokelat dan sebuket bunga. Karena ibu hanya mampu membuktikan cinta dengan menukar sepanjang sisa usia nya untuk kebahagiaan buah hati nya.. Ketika ibu bicara cinta, ia tak akan terus berbisik 'aku mencintaimu' . Tapi ia akan terus membuktikan bahwa 'aku benar mencintaimu'  Ketika ibu bicara cinta, jarak yang semakin jauh malah menambah kuat nya rasa. Karena bagi ibu ikatan darah dan batin tak akan pudar walau lintas kota, pulau bahkan benua sekalipun.. Ketika ibu bicara cinta, bicara pada jarak, ia tak akan mengutuk ribuan kilometer yang terbentang antara ia dan kamu, buah hati nya. Ia hanya merenungi 'mozaik apa yang kau hadapi tanpa aku di samping mu, nak?' . Karena hati ibu selalu ...

a note to me, my self and I

Untuk sahabatku yang sedang merasakan kegundahan "Ada saatnya ketika kita merasa tidak tau apa yang kita rasa.. Ketika saat itu tiba, maka sesungguhnya kita rindu akan bercengkrama kepada Allah.. Dengan sujudmu ketika shalat, itulah saatnya kamu untuk bercerita kepada Allah.. Dengan sejudmu, ketika itulah kau harus menangis.. Dengan sujudmu, ketika itulah kau merasakan Allah begitu dekat denganmu Sujud dan berdoalah.. Tetesan air mata itu kan menjadi obat dari segala rasa yang engkau rasakan saat itu." Pada akhirnya kita tau bahwa kita tidak benar-benar sendiri.. Dan terimakasih telah merangkai aksara indah, sahabat ♥

pencerahan

Berhentilah kawan. Berhentilah untuk mengkorelasikan pernikahan dengan kegalauan. Berhentilah, saya mohon. Karena pernikahan (bagi saya) adalah tentang sebuah cita-cita agung yang harus kita siapkan sedari sekarang. Berhentilah teman. Berhenti untuk menghubungkan pernikahan dengan kelabilan. Berhentilah, saya mohon. Karena jika saja engkau tahu, betapa bangganya orang-orang diluar sana dengan sistem pacarannya, lantas mengapa kita tak bangga dengan sistem pernikahan yang telah diatur dalam islam? Kenapa harus, justru kita lah (kaum muslim) yang ‘menjatuhkan’ makna pernikahan itu sendiri? Bagi saya..Pernikahan adalah tentang bagaimana engkau harus mengeja a.. ba.. ta.. tsa agar kelak keluarga yang engkau bangun adalah keluarga yang dinaungi cahaya Al-quran. Pernikahan adalah tentang bagaimana engkau harus berpayah-payah masuk ke dapur, lantas bersahabat dengan segala pernak-pernik didalamnya agar kelak engkau bisa memberikan nutrisi terbaik untuk mereka para penerus peradaban. ...

papa, aku mencintaimu

Ini bukan tentang keluhan mahasiswi rantauan yang tak bisa menikmati ramadhan bersama keluarganya.. hanya catatan rindu untuk orang terkasih yang saat ini jauh dari dekapan pun pandangan.. Yaa begitulah, seorang mahasiswi sebut saja namanya 'aku' selalu protes kepada Tuhan tentang jarak yang terbentang antara ia dan kedua orang tuanya. Tak jauh memang, hanya sekitar 148 km ruas jalan yang harus ditempuh untuk menyulam rindu menjadi temu. Tapi si aku ini selalu saja berat menyembunyikan rindu yang menggantung dipelupuk mata, bila tak berujung pertemuan rindu-rindu tadi berubah jadi titik-titik gerimis yang membasahi pipinya. "Aku rindu saat-saat ramadhan bersama mama papa, 2 tahun terakhir ramadhan jauh dari mereka. Terlebih lagi bulan ini papa ulang tahun, tahun ketiga aku tak mengucapkan secara langsung ucapan 'selamat ulang tahun papa' apalagi mencium pipinya"  "Pulang ke rumah nanti kamu masih bisa menemui papa mu kan? Masih bisa makan sahur...

cerita pendek

ini tentang cinta yang tetap remaja dan tak menua bersama umur dua pekan lalu saat aku dan temanku dalam perjalanan menuju sebuah toko kimia, aku melihat pemandangan menyejukkan dan mendamaikan di bawah matahari yang bersinar terik siang itu. Saat itu kami terjebak macet. Menjengkelkan memang, orang-orang yang berada di dalam mobil ber AC pun mengerutkan keninggnya karena bosan tenggelam dalam kemacetan, apalagi kami yang harus rela terjemur di atas motor. Aih bersyukur saja, jika tak punya motor tak mungkin terjebak macet kan? Hehe Aku pun nyaris tenggelam dalam lamunan panjang, menatap kosong ke ujung jalan. Tapi ada yang menarik perhatianku. Dari ujung trotoar itu sepasang kekasih berjalan bergandengan tangan, si perempuan membawa tas putih kecil di tangan kiri nya dan tangan kanan nya menggandeng lelaki yang menjinjing tas yang ukuran nya cukup besar. Dan tepat di bawah pohon rindang, mereka menghentikan langkah. Jaraknya tak jauh dari motor kami. Mereka duduk berhadapan, en...

Sekeping Rindu

Rindu itu kadang tak tau malu datang dengan wujud sembilu menohok relung-relung tak bercelah rindu itu kadang tak tau malu tak peduli yang dihampiri merasa pilu meminta hak untuk berjumpa rindu itu kadang tak logis getaran hati di terjemah dalam tangis rindu itu kadang datang terburu-buru membuat ritme yang mengalun sendu berubah menjadi gemuruh rindu itu entah darimana datangnya kenangan kadang jadi penyebabnya rindu itu terlalu menuntut meminta waktu berjalan perlahan memutar kenangan dengan terurut -Deby Theresia- sekeping rindu untuk ketiga 'musuh' kesayanganku ; Dimas, Danda, Dandi rasanya waktu berlalu terlalu cepat, kalian membujang kini tanpa kusadari, bocah-bocah kecil yang dulu selalu jadi teman adu mulut, berlomba mengencangkan suara untuk dapat perhatian lelaki yang bicara dibalik telepon ; papa. Bocah-bocah yang dulu jadi teman adu jontos, membuat mama berpura merajuk hingga mengunci diri di kamar. Bocah-bocah yang jadi teman setia, meng...