Langsung ke konten utama

Postingan

Nona yang Mulia

Kita merasa mulia dengan sehelai kain penutup kepala Memandang yang tak bertudung sebagai pendosa Mata kita tanggap menangkap salah di diri orang lain Namun mendadak buta atas dosa di pelupuk mata Tidakkah kita menginsafi diri? Ibadah rajin kita kerjakan Shalat tak pernah tinggal kita tegakkan Dzikir pagi petang tak lepas kita lafadzkan Namun dosa, tak pula kita tinggalkan Tidakkah kita lelah? Hari ke hari menambah timbangan ke kiri Menipu diri Berkemul dengan dosa di balik kerudung panjang yang terulur menutup dada Tuhan kita tidak tidur, Nona Pun malaikat di kiri dan kanan kita selalu terjaga Ke mana air mata sesal akan kita bawa, jika esok pagi tak lagi kita bernyawa © Debs | Rumah | Waktu Indonesia bagian Baper
“Coba ingat-ingat lagi sebenarnya apa yang kita perjuangkan, apakah kamu hanya  memperjuangkan seseorang untuk menjadi pendampingmu, atau memperjuangkan ibadahmu. Jika memang untuk ibadahmu, sebenarnya, dengan siapapun kamu bisa melakukannya, tidak harus denganku. Semoga kita bisa ikhlas menerimanya.”  Tulisan Kurniawan Gunadi

A Whole New World

2018 menjadi pintu, di mana aku akan memasuki dunia baru, dunia yang belum pernah aku jejaki di tahun-tahun sebelumnya.  Bukan bentuk dari resolusi pergantian tahun, tapi semua seperti mengalir begitu saja. Ini rasanya seperti ketika aku memasrahkan apa jadinya hidupku kepada Allah, dan Allah membuka pintu-pintu yang selama ini tidak pernah aku ketuk, bahkan aku toleh pun juga tidak.  8 Januari 2018, menjadi hari pertama kalinya aku datang lagi ke sekolah untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar, bukan sebagai murid aku datang kali ini, melainkan sebagai guru.  Hehe lucu kalau dipikir-pikir, sekitar tujuh tahun lalu aku menangis ketika Ayahku menyarankan aku untuk kuliah di jurusan keguruan saja, setelah aku rasa tak punya lagi kesempatan menjadi mahasiswi fakultas kedokteran di tahun 2011. Aku benar-benar tidak mau menjadi guru, menurutku dulu profesi guru itu tidak keren dan membosankan, menghadapi anak-anak murid yang nakal.  Tahun demi tahun ber...