Langsung ke konten utama

Postingan

Imannya Perempuan Surga

Saat seorang muslim miskin, itu hanya berarti ia tidak memiliki harta. Saat Allah takdirkan seorang muslim tak memiliki kaki, itu hanya bermakna ia tak memiliki kaki. Namun ketika seorang muslim kehilangan iman, itu berarti ia tak punya apa-apa - jurnal Ameera Lalu, apa sebenarnya iman itu?  Dari Abu Hurairah, beliau berkata “ Pada suatu hari, ketika Nabi Shollallahu ‘alayhi wasallam tengah berkumpul bersama para sahabat, tiba-tiba datang seorang lelaki bertanya, ‘Apa itu iman?’ Nabi menjawab, ‘Iman adalah percaya kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, perjumpaan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari akhir kebangkitan.’ ...... ” (HR Bukhari, kitab: “Iman” (2), Bab: Pertanyaan malaikat Jibril kepada Nabi Shollallahu ‘alayhi wasallam tentang iman dan islam (37)) Dari penggalan hadits di atas, iman dapat kita artikan percaya, selaras dengan pengertian iman dalam KBBI yaitu percaya; yakin; teguh hati; keyakinan yang berkaitan dengan agama.  Iman, adalah satu kata ya...

Pilihan Kita

Sadar tidak? Semakin dewasa, kita semakin sulit menentukan pilihan. Pilihan-pilihan yang kita buat kadang jatuh pada hal yang sebenarnya tidak benar-benar kita pilih dari hati.  Pilihan-pilihan kita itu, seringkali merupakan bentuk konsekuensi kita sebagai makhluk sosial. Terlalu banyak 'katanya-katanya' yang menjadi faktor kita dalam memilih.  Sehingga seringkali pula, kita memilih tapi tidak siap dengan lahirnya resiko atas pilihan kita. Yang begini, akan mendatangkan banyak andai-andai 'kalau saja dulu begini, dulu begitu' .  Sadar tidak? Karena ketidaksiapan kita terhadap resiko, malah mengundang satu dosa baru yaitu 'andai-andai' .  Sadar tidak? Kenapa kita sering terjebak pada pilihan yang 'seolah' salah? Karena dari awal, kita tidak melibatkan Allah dalam memilih, kita menimbang sesuatu lebih banyak menggunakan logika dan perasaan. Padahal, keduanya bisa saja salah, bahkan sangat salah.  Lupa kah kita pada teladan yang diajarkan...

Sunnah Sedirham Surga

Betapa sering kita bersemangat akan hal-hal besar dalam cita memperjuangkan agama, lalu lalai bahwa Rasulullah adalah teladan dalam tiap detak dan semua laku, pun yang sekecil-kecilnya.  Pada zaman di mana banyak amal besar dikecilkan oleh niat yang tak menyurga; betapa  penting bagi kita mentarbiyah niat dalam amal-amal kecil yang luput dilirik manusia, tapi berpeluang menjadi nilai tinggi bersebab niatnya (SDS, hal. 70) kepiawaian Salim A. Fillah memadukan dalil dengan kisah, menjadikan kekisah di dalam buku ini sungguh menyejukkan hati.  Lewat buku ini, beliau mengajak kita untuk berbenah niat. Karena Tersebab niat yang menyurga, amalan yang tampaknya kecil menjadi ladang pahala yang besar. Seperti dikisahkan dalam buku ini, Abu Dawud tengah berada di atas perahu penyebrangan, tiba-tiba beliau mendengar orang bersin di tepian dan membaca Hamdalaah, lantas beliau rela membalikkan arah perahu yang ditumpanginya dengan membayar satu dirham kepada tukang perahu,...