Langsung ke konten utama

Postingan

Pulang

Kita pernah melawan hujan, tak peduli dingin yang mendekap tubuh Kita pernah nikmati terik, peluh yang jatuh tak membuat kita ingin berteduh Kita pernah tersesat, tak punya peta dan hanya bisa membaca rasi bintang Perjalanan kita, tanpa kita sadari membuat kita menjadi lebih tangguh, membuat kita menjadi lebih dari apa yang kita kira kita mampu Tapi sejauh apapun kaki kita melangkah, sesekali waktu kita butuh pulang. Bukan untuk menyerah Kita butuh pulang, untuk beristirahat sejenak, melihat kilas balik langkah yang telah kita tempuh Kita butuh pulang, untuk mengingat kembali; dari mana asal kita Kita butuh pulang, untuk menata kembali; ke mana sesungguhnya tujuan kita Karena sekecil apapun langkah, akan mendekatkan kita ke tujuan, termasuk pulang Juanda, 30 April 2016

Penawar Letihmu

Ini tentang malam yang kembali terasa panjang. Tentang rindu yang masih menanti sebuah jumpa. Untukmu, lelaki terhebatku. Ribuan detik yang kita lalui di dimensi ruang berbeda, hari ini... begitu banyak rangkaian kejadian yang mendewasakan kita. Semoga, lelahmu, peluhmu, menjadi titianmu menuju surga. Sampai bertemu di penghujung malam,tangan kita mungkin tak saling menggenggam tapi doa-doa kita siap mengetuk langit malam, menjumpai Rabb kita, antri menunggu untuk dikabulkan. Percayalah, namamu tak pernah lepas di penghujung sujudku. Dari : putrimu yang paling cantik~

Sepagi Ini

Sepagi ini gravitasi kasur terus menahan tubuhku untuk tak beranjak dari tempat semestinya. Sepagi ini aku ingin memaki kantuk yang memeluk erat kelopak mataku, hingga menggenggam cangkirpun tanganku tak mampu. Aku ber fuuuh pelan ketika genangan air yang mengisi cangkir kini berpindah ke lantai. Sepagi ini debaran sisa dari buah bincang kita tadi malam masih terasa. Kecamuk rasa yang entah pantas disebut apa, aku tak bisa terlalu lama berpura-pura menyembunyikan, pun kimia dalam tubuhku terus bereaksi menghasilkan aksi tak lazim pada detak jantung. Sepagi ini aku masih belum bisa pulih atas sakit yang kubuat sendiri. apa yang lebih buruk daripada jatuh cinta pada orang yang masih jatuh cinta dan tertawan pada masa lalunya? “aku cemburu pada hantu dari masa lalumu, yang ke-tiada-an nya menjadi rindu, yang bayangnya seolah nyata di retina matamu, yang ke-tiada-an nya terus kau sesali.” Kataku dalam hati Sepagi ini... Tuhan, aku memohon bisa mengganti memori di otakku. Agar kenan...