Langsung ke konten utama

Postingan

HIdden Paradise

Hello, blogger. Well, aku harus mengakui ini adalah bagian terberat. Ketika aku harus menulis sementara aku tidak ingin menulis. Fuuuh, tapi aku harus cerita. Kasian ini ceritanya kalau terlalu lama nanti basi. Ini lagi-lagi cerita tentang perjalanan singkat bersama teman-teman LJ Tekim Its. Ceritanya ini liburan untuk melepas penat setelah dua minggu kami menghadapi UAS yang melelahkan. Jadi, tanggal 30 Desember 2015 adalah UAS terakhir kami. Bisa dibayangkan betapa semangatnya aku mengerjakan soal UAS karena selepas ini kami akan camping di sebuah pulau. Setelah mengikuti instruksi dari ketua pelaksana, si Donsius. Kami telah menyiapkan semua perlengkapan yang dibutuhkan untuk camping. Oh ya, yang akan ikut camping ada aku, Jojo, Adisti, Donsi, Gilang, Eric, Yoga dan Ilham. Sebenarnya banyak yang ingin ikut, tapi terhalang oleh jadwal KP :’) seperti Renna, Naufal dan Nining. Dan, keesokan harinya, tanggal 31 Desember 2015 kami berangkat. Ya meskipun janjiannya jam 06.00,...

Short Escape -Bukit Berawan-awan-

“if plan A doesn’t work. Don’t worry, the alphabet has 25 more letters.” Mama pasti baca postingan ini, tolong sampaikan juga ke Papa, kalau mbak mainnya ke bukit, bukan gunung. percayalah meskipun banyak awan nya, tapi itu bukit. Ini cerita liburan singkat (yang nekat) sebelas mahasiswa teknik yang katanya penat dengan perkuliahan. Penggagas liburan ini adalah Gilang, yang sudah lama pengen banget mendaki semeru, tapi belum juga kesampaian. Nah karena dalam waktu dekat ini kalender perkuliahan padat dan tidak ada waktu libur selain sabtu-minggu, maka sang inisiator beserta tim nya merancang liburan singkat ini ke Ranukumbolo saja. Eh, anw, liburannya sih memang singkat. Tapi maaf ya ceritanya puanjang. Ah ya, sebelumnya izinkan aku memperkenalkan ke sebelas mahasiswa nekat yang tangguh ini, ada Gilang, Eric, Donsi, Yoga (cireng), Naufal, Sai, Youlani (Jojo), Umra (Umek), Renna, Rianti dan Deby. Singkat cerita, lewat beberapa pertimbangan dan perundingan ke sebelas mahasi...

Salam Pagi~

Di pagi yang romantis.. Matahari masih malu-malu membagi sinarnya, sembunyi di balik awan tipis.. Embun perlahan mulai menguap, di dedaunan, di lantai yang tak beratap.. Jejak-jejak kecewa semalam harusnya pun begitu, menguap dalam sabar, berganti menjadi menjadi ikhlas kala pagi.. Karena pagi ini, kita berhak menulis cerita baru, bukan tentang kekecewaan semalam. Tapi tentang hari ini yang harusnya penuh syukur..