Langsung ke konten utama

Postingan

Short Escape -Bukit Berawan-awan-

“if plan A doesn’t work. Don’t worry, the alphabet has 25 more letters.” Mama pasti baca postingan ini, tolong sampaikan juga ke Papa, kalau mbak mainnya ke bukit, bukan gunung. percayalah meskipun banyak awan nya, tapi itu bukit. Ini cerita liburan singkat (yang nekat) sebelas mahasiswa teknik yang katanya penat dengan perkuliahan. Penggagas liburan ini adalah Gilang, yang sudah lama pengen banget mendaki semeru, tapi belum juga kesampaian. Nah karena dalam waktu dekat ini kalender perkuliahan padat dan tidak ada waktu libur selain sabtu-minggu, maka sang inisiator beserta tim nya merancang liburan singkat ini ke Ranukumbolo saja. Eh, anw, liburannya sih memang singkat. Tapi maaf ya ceritanya puanjang. Ah ya, sebelumnya izinkan aku memperkenalkan ke sebelas mahasiswa nekat yang tangguh ini, ada Gilang, Eric, Donsi, Yoga (cireng), Naufal, Sai, Youlani (Jojo), Umra (Umek), Renna, Rianti dan Deby. Singkat cerita, lewat beberapa pertimbangan dan perundingan ke sebelas mahasi...

Salam Pagi~

Di pagi yang romantis.. Matahari masih malu-malu membagi sinarnya, sembunyi di balik awan tipis.. Embun perlahan mulai menguap, di dedaunan, di lantai yang tak beratap.. Jejak-jejak kecewa semalam harusnya pun begitu, menguap dalam sabar, berganti menjadi menjadi ikhlas kala pagi.. Karena pagi ini, kita berhak menulis cerita baru, bukan tentang kekecewaan semalam. Tapi tentang hari ini yang harusnya penuh syukur..

Yang Menantimu Di Serambi Masjid

Sesaat setelah aku memarkir sepeda anginku, aku berjalan cepat menuju serambi depan masjid kampusku. Aku tak memperdulikan sekitar. Lalu lalang perempuan dan laki-laki yang keluar masuk parkiran bukan prioritas perhatianku. Aku makin mempercepat langkahku, ketika melihat beberapa perempuan berkerudung labuh itu sudah duduk membentuk lingkaran, memegang masing-masing mushaf mereka. Usai mengucap salam, aku ikut bergabung dengan mereka, dalam lingkaran yang katanya malaikat pun iri dibuatnya, dalam lingkaran yang merupakan tempat ternyaman untuk kembali setelah rumah, dalam lingkaran yang di dalamnya ada beberapa perempuan dengan tujuan yang sama; menjadi bidadari di surga Nya. Menit bergulir menjadi jam, adzan isya kemudian menjadi jeda dalam pertemuan kami malam itu. Semua teman-temanku bergegas ke tempat wudhu, demi mensucikan diri sebelum menghadap Rabb nya. Lalu tinggallah aku bersama salah seorang temanku, kodrat kami sebagai wanita, Allah berikan kesitimewaan untuk tidak shal...