Langsung ke konten utama

Postingan

Haramkah Surga Bagiku?

Pertanyaan paling mengerikan yang diajukan seseorang kepadaku jum`at kemarin. Ialah bu Wanti di tengah-tengah lingkaran, dengan suara lembut nya menanyakan kepada kami, bukan hanya aku karena usai bertanya "haramkah surga bagiku? Tanyakan itu pada diri kita" matanya beredar menyentuh satu persatu mata kami. Dan ilmu baru yang aku dapat jum`at kemarin adalah tentang bahaya syirik. Izinkan aku berbagi walau sedikit :) Syirik secara sederhana dapat diartikan membuat tandingan untuk Allah atau menuhankan selain Allah. Selama ini yang aku tau syirik adalah dosa besar yang tidak akan di ampuni Allah. Tapi ternyata banyak lagi bahaya lainnya yang mengiringi. 1. Syirik termasuk dosa besar dan Allah tidak mengampuni pelaku syirik. Hal ini tertulis dalam Al-qur`an, An-nisa : 48 "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa karena mempersekutukan Nya, dan Dia mengampuni dosa yang selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh dia tela...

Di Kolong Langit

Kejar-kejaran di labirin rasa Menyusuri lorong waktu Mencari kepastian dibalik untaian kata Irisan keperluan selalu jadi titik temu Gerimis datang pasti perlahan kecepatannya seragam dalam sendu Di kolong langit kita kebasahan saling lempar senyum yang malu malu Rasa suka bukan jaminan Aku dan kamu hanya dimanja waktu Sampai kapan akan beriringan Berpijak pada lantai keyakinan semu Saat kata tercipta untuk ditertawakan Ragu dan yakin tak ada batasan ada kemustahilan untuk menjadi `kita` Aku dan kamu hanya insan penganut ragu

For The One Season of Autumn

Title : F or The One Season of Autumn Author : Deby Theresia Fandom : 5 cm/second Mantel  yang dikenakan Takaki tak mampu melindungi tubuhnya dari hawa dingin musim salju. Sejenak ia melempar pandagannya ke arah luar. Salju manutupi bumi, pemandangan di luar terlihat memutih. Seiring dengan butiran salju yang terus turun perlahan, Takaki ingat sesuatu. Ia merogoh saku mantel nya, mengeluarkan amplop kecil berwarna biru muda.  konnichi wa, Takaki san, ogenki desuka. Kau ingat tentang bunga sakura? Yang gugur dengan kecepatan 5 cm/second? Aku menulis surat ini di bawah pohon sakura sebelah barat sekolah kita dulu. Kau pernah berjanji menemaniku melihat sakura gugur lagi. Tapi 10 tahun yang lalu, tak kan jadi musim semi kita yang terakhir bukan? Osaka, aku dan sakura menantimu, Takaki. Douzo mata irasshite kudasai. Takaki melipat kembali surat itu dengan hati-hati, mengikuti lipatan sebelumnya, memasukkannya kembali ke dalam amplop biru muda dan menyimpannya d...