Langsung ke konten utama

Postingan

Rindu

Pernahkah sekali saja dalam hidupmu memiliki pertanyaan besar yang belum terjawab hingga kini? Novel Rindu adalah karya ke-20 dari penulis produktif Darwis Tere Liye, mengangkat tema sebuah perjalanan panjang penuh kerinduan, menyempurnakan rukun islam ke tanah suci. Dengan mengambil setting waktu pada tahun 1938 dimana Indonesia masih bernama Hidia-Belanda, dimana Indonesia masih dibawah pendudukan penjajahan Belanda.  Novel dengan cover sederhana tapi manis ini sempat membuat saya terkecoh dengan menebak tema dan alur ceritanya. Atau mungkin saya yang terlalu memaksa melahirkan sebuah kesimpulan, hingga jadilah saya harus merawat kesimpulan yang lahir prematur. Novel ini bukan mengisahkan kerinduan antara dua insan seperti yang saya kira, lebih dalam dari itu, tentang kerinduan menyempurnakan rukun agama,  tentang sejarah nusantara, dan tentang pertanyaan-pertanyaan besar yang dibawa oleh penumpang dan terjawab di atas Blitar Holland. Dengan mengambil setting tempat...

negeri dongeng

Baru dua hari yang lalu aku pulang kampung, dalam hari-hari sebelumnya sudah membayangkan berada di rumah, di tengah keluarga bercengkrama hangat ditengah derasnya hujan yang turun, karena ini desember, puncaknya musim hujan. Tapi begitu memasuki travel yang akan membawaku ke rumah aku tau sedang dalam masalah. travel yang aku tumpangi per nya atau apalah itu namanya sudah tidak berfungsi dengan baik lagi, sehingga ada lubang kecil saja hentakkan terasa ke ubun-ubun.  Benar saja, memasuki persimpangan belimbing badanku terasa dihempas berulang kali. Kondisi jalan sepanjang Teluk lubuk, Simpang raja, Tais kembali mengalami kerusakan parah. Lubang-lubang besar kecil tak beraturan dihantam saja oleh sopir travel, oh my.....  Baru kemudian aku dapat menghela nafas tenang ketika sudah memasuki daerah Handayani, jalanan mulai membaik lagi.  Sampailah aku di rumah pukul 14.30, bergegas sholat zuhur. Baru satu jam duduk manis di rumah, seperti biasa listrik padam. Satu jam...

a note to me, my self and I

Untuk sahabatku yang sedang merasakan kegundahan "Ada saatnya ketika kita merasa tidak tau apa yang kita rasa.. Ketika saat itu tiba, maka sesungguhnya kita rindu akan bercengkrama kepada Allah.. Dengan sujudmu ketika shalat, itulah saatnya kamu untuk bercerita kepada Allah.. Dengan sejudmu, ketika itulah kau harus menangis.. Dengan sujudmu, ketika itulah kau merasakan Allah begitu dekat denganmu Sujud dan berdoalah.. Tetesan air mata itu kan menjadi obat dari segala rasa yang engkau rasakan saat itu." Pada akhirnya kita tau bahwa kita tidak benar-benar sendiri.. Dan terimakasih telah merangkai aksara indah, sahabat ♥