Tak terasa ramadhan beranjak pergi meninggalkan, padahal rasanya baru kemarin aku menyambutnya di teras rumah. Tapi kenapa hati rasa kekeringan, padahal Allah telah suguhkan nikmat tak terhingga. Aku merasa tak ada perubahan, entah salahnya di mana, namun jawabnya kutemui dalam kultum malam ke lima. Seorang penceramah yang menjawab pertanyaanku lewat potongan hadits ini.. “...Sungguh rugi seseorang yang bertemu dengan Ramadhan, lalu Ramadhan itu berlalu darinya sebelum dosa-dosa dirinya diampuni,....” (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Khuzaimah, dan al-Hakim) Dalam kultum yang ia sampaikan, bahwa ramadhan adalah bulan penuh ampunan. Bila kita masih setengah hati dan tak bersungguh-sungguh dalah ibadah, termasuklah kita orang yang yang merugi. Terlebih lagi bila kuantitas dan kualitas amalan malah menurun di bulan ini, qiyamul lail kita tinggalkan, tilawah kita malas, lebih banyak tidur daripada ibadah. Lalu kita bertanya-tanya kenapa masih ada godaan syaitan di b...